Smallycycle

Just another simple blog

VS

Logika VS Ketertarikan

Itu yang aku tulis dengan semangat 45 di buku catetan. Aku tangkap dari perkataan seorang dosen mata kuliah Metlit. Ngeee? Tapi, kagak semua juga tentang itu. Itu cuma selingan supaya mahasiswanya kagak ngantuk. Keren deh! Beberapa kali di kuliah itu, selain ngantuk, kadang ketawa hahahihi karena selingan-selingan dari beliau. Malahan pernah satu hari, ada beberapa menit saja bapak itu lebih mirip Mario Teguh. Super sekali!

Anak ilkom itu sudah terbiasa dengan logika. Ketika ada melewati jalan yang susah atau buntu, mungkin, mereka akan mencari jalan lain sampai ketemu. Mereka itu terbiasa tekun. Hmmmb, prosedural tapi tetep berteman dengan spontanitas (?)

Nah, soal cinta eh pasangan, apa harus memakai logika juga ? Kalau logika itu dipakai, berarti sebelum ‘terkait’ harus menghitung nilainya dulu. Nilai disini adalah sikapnya, babat-bibit-bobot-nya. Berapa kali dia senyum tiap hari? Berapa kali dia cemberut tiap hari? Berapa cm senyumnya? Dan pertanyaan-pertanyaan lainnya. Terus dihitung nilainya. Kalau nilainya dibawah enam, langsung TOLAK. Hyaaaa….

 

 

Sebaliknya mungkin ada juga orang yang ketika melihat seseorang yang ‘cling’, langsung tertarik. Iya, kadang tanpa alasan. Langsung suka. Ahaha. Dan, setelah ada ikatan, baru deh orang itu baru menghitung nilai seseorang yang ‘cling’ tadi. ‘Oh, dia itu baik.’

Kata Mbak Agnes juga, cinta ini, kadang-kadang tak ada logika.

Yeeee, bermilyar-milyar kisah cinta, entah pake logika atau langsung tertarik/minat pada seseorang, tetep tugas-tugas ini harus diselesain secepatnya!

…, explore posible strategies, act on the strategies, look back and evaluate the effects of your activities (Bransford)

No Comments »

Ayei !

No Comments »

hello night

Bersamanya mengingatkanku tentang hal yang harus dihadapi. Satu hal yang belum diselesaikan. Setidaknya aku berharap wajah yang satu lagi datang dan menguatkan kami. Aah, tidak harus juga wajah itu yang menguatkan, tetapi semuanya saling menguatkan. Dan aku berusaha untuk berdiri di antaranya. Aku menengok wajah yang tidak datang, maupun yang lainnya, semuanya berasa sama, seperti bersandiwara dengan keadaan. Aku berkata dalam hati, maafkan aku.

Tapi semuanya akan membaik. Aku ulurkan tangan kepadamu dan kepadamu, aku akan berusaha lagi.

Kuatlah selalu
Tetaplah ceritakan keagunganNya kepadaku

No Comments »

o yes !

iyes, perdana euy ngepost via hapeku yang ganteng dan rajin trsenyum ini. Oke, sekarang posisinya lagi duduk, di bus, masih sekitar sumedang. Ceritanya lagi mudik :lagi:

hmm, yg ga mudik, masih bs komunikasi kan ama orang2 yang eceu2 sayang. Lewat hape, ceting, deelel. Baiklah, geje sekali… Hayiiih, *ini udah sampe mane?*

selalu ingat ye, apa yang eceu2 mau lakuin, inget orang tua di rumah. Dan inget juge, Dia. Jadi eceu2 bs ngontrol, seberapa baik apa yg dilakuin sekarang. Yes!

No Comments »

Dari Novel Rembulan Tenggelam di Wajahmu

sampul buku dapet dari sini

Novel ini karya Tere-Liye yang baru aku beli beberapa hari yang lalu.

Dengan alur maju-mundur yang begitu khas, Alhamdulillah, bisa konek ma ceritanya sampai akhir. :D

Inti ceritanya tentang rangkaian sebab-akibat yang mungkin tidak kita sadari. Rangkaian sebab-akibat yang menjadi bola besar yang sangat indah karena di dalamnya selalu penuh dengan kekuasaan-Nya. Jadi jangan pernah mengatakan, kenapa hidupku begini banget?, karena jawaban pertanyaan itu mungkin merupakan akibat dari apa yang pernah dilakukan dahulu atau jawabannya akan menjadi garis sebab sesuatu yang akan terjadi.

Tentunya benang merah sebab-akibat itu akan ditemukan bahwa yang menjadi titik hikmah itu adalah rasa syukur, ikhlas, sabar, dan pastinya semakin mencintai-Nya.

No Comments »